Langsung ke konten utama

Rasa kecenderungan melibatkan pengecualian

[Teori]

Sebagai manusia memanglah hal yang alami dan patut dimaklumi untuk memiliki perasaan kecenderungan. Seperti dengan siapa kita memilih bersama saat menghabiskan waktu libur, apakah dengan keluarga ataukah dengan seseorang yang baru kita kenal dua hari lalu. Kebanyakan orang pasti memilih untuk menghabiskan waktu bersama keluarga atau orang terdekat. Perasaan kecenderungan itu dapat kita sadari maupun tidak kita sadari. Menurut saya, rasa kecenderungan merupakan manifestasi dari insting alami makhluk hidup, pikiran kita memiliki kecenderungan memilih sesuatu yang familiar, penilaian familiar ini bersifat objektif dan abstrak. Berbagi kesamaan (familiar) juga dianggap penting, karena "merasa dipahami sangat penting untuk membentuk ikatan relasional."

Melalui pengalaman saya, kecenderungan seseorang paling banyak terjadi dengan ditentukan baik oleh karakteristik individu tersebut, maupun oleh situasinya. Meskipun dihadapi pada pilihan atau sesuatu yang hampir sama persis, contohnya adalah seorang ibu menaruh kasih sayang pada kedua anaknya yang kembar, ibu tersebut memiliki kecenderungan yang berbeda dalam menimbang perasaan pada anaknya secara adil dan seimbang. Walaupun persentase perbedannya sangat kecil sekalipun dan tak pernah disadari. Namun, sulit membedakan perasaan semu atau perasaan yang disadari.

Dalam psikologi sosial daya tarik interpersonal paling sering diukur dengan menggunakan interpersonal Attraction Judgment Scale developed yang dikembangkan oleh Donn Byrne. Daya tarik interpersonal adalah kesukaan pada orang lain, sikap positif dan daya tarik seseorang (Suranto, 2011). Skala ini adalah skala di mana subjek menilai orang lain berdasarkan faktor-faktor seperti kecerdasan, pengetahuan tentang peristiwa terkini, moralitas, penyesuaian, kesukaan, dan keinginan sebagai mitra kerja.

Teori evolusi menunjukkan bahwa orang yang ciri fisiknya menunjukkan bahwa mereka sehat dianggap lebih menarik. Teori tersebut menunjukkan bahwa seseorang yang sehat (berpenampilan bugar(menarik)) lebih mungkin Kecenderungan untuk disukai dan memungkinkan untuk orang lain dapat menjalin hubungan atau menjadi target untuk menjalin hubungan rekan. Terkait nilai ketertarikan pada rupa seseorang, masyarakat menganggap orang dengan wajah simetri lebih menarik dibandingkan dengan wajah kurang simetris adalah salah satu contohnya. Namun, sebuah tes dilakukan yang menemukan bahwa wajah simetris sempurna kurang menarik dibandingkan wajah normal. Menurut penelitian ini, rasio pasti fitur wajah simetris dan asimetris yang menggambarkan daya tarik tertinggi masih belum ditentukan.

Juga terdapat beberapa anggapan bahwa seseorang akan tertarik pada individu yang memiliki wajah yang mirip dengan wajah mereka karena fitur ini berfungsi sebagai isyarat kerabatan. Preferensi untuk kemiringan wajah ini diperkirakan bervariasi di berbagai konteks. Hal ini menunjukkan sekali lagi bahwa rasa familiar memegang faktor kecenderungan pada seseorang.

Pada bidang lainnya, seseorang akan tertarik untuk menjalin interaksi sosial jika mereka menemukan kesamaan dalam hobi, dan kesukaan. Atau yang lebih signifikan adalah kedekatan emosional. Favoritism adalah sesuatu yang nyata. Hal yang paling bisa dirasakan mengapa perasaan itu ada adalah kedekatan ikatan emosional yang ada. Kedekatan emosional yang terjalin membuat seseorang membuat pengecualian-pengecualian. Terkadang bersifat tidak adil bagi yang lain. Orang yang kita sukai akan mudah untuk diprioritaskan untuk hal tertentu dan dapat berbanding lurus. Saat itulah pengecualian yang saya maksud terjadi.

Jika seseorang individu telah mengambil inisiatif untuk menjalin hubungan dengan individu lainnya. Kecenderungan yang timbul pada individu dapat berkembang dan memberi batasan pada individu lain, seringkali individu ini akan memberikan perlakuan yang berbeda. Perlakuan yang berbeda di sini adalah pengencualian-pengecualian yang terjadi antara individu yang diterima dan individu yang belum atau tidak terjalin dengan hubungan.



laman ini akan bersambung....


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi 1

  Dikau Kemuning F.A. Angin leka membelai gersang Kemuning berayun canggung Angin melayang setiap fana Hendak mengusir mendung Harum sesaat sempat menempat Diantara jingga hingga biru Angin berkata tuk bawakan awan Hapuskan jejak-jejak harummu

Bertukar Senja

Ingin ku tahu bagaimana penampang langit senja di sana. Langit yang sama di sini, tidak terlalu cantik. Di mataku, kilau jingga mereka tertutup atap-atap rumah dan gedung tinggi. Manusia tidak makan kata-kata bukan? Tapi setidaknya kamu bisa melihat melalui kata-kataku. Langit di sini merona seiring sunyi, satu-persatu burung gereja hinggap di pohon, angin semilir dan suara kereta di dekat rumahku tertanda jelas. Dulu sekali kita pernah bertemu di bawah senja juga. Tak begitu buruk, katamu. Yang mana satu? kau setengah puji dan setengah sindir itu. Pertemuan kita, atau langit kala itu? Jika saja aku bisa bertanya demikian. Kapan, suatu saat kita bisa melihat senja di ruang, waktu dan perasaan yang sama?