08/10/2021 HILANG Cerpen F.A. (Jum'at, 8 Oktober 2021) Dengan penuh amarah Ivan menutup pintu rumahnya dengan keras. Ia pergi dari rumah saat matahari mulai tenggelam. Ia masih ingat bunyi vas bunga jatuh. Itu vas kesayangannya. Vas yang tidak boleh pecah. Tapi semua sudah terjadi. Pecahan-pecahan vas itu bahkan masih berserakan di lantai saat ia meninggalkan rumah. Seketika dengan wajah muram ia memandang jalan sambil terus memikirkan, apa yang akan dikatakan Ibunya jika tahu vas porselen putih itu sudah pecah? Ia menapaki jalan; satu langkah, dua langkah, tiga langkah, empat langkah, lima langkah dan entah nanti sampai berapa saat akhirnya ia berbalik lagi. Bunyi vas jatuh tidak juga pergi dari kepalanya. Bunyi yang terekam dalam kepala dan muncul berulang-ulang. “Sudah,” ucapnya dengan kesal. “Semua sudah terlanjur terjadi, nasi sudah jadi bubur.” Ivan marah pada dirinya sendiri. Harusnya ia tidak menggeledah meja dengan buru-buru. Sehingga vas itu mungkin masih utuh. Jalan d...