Langsung ke konten utama

Puisi 1

 Dikau Kemuning

F.A.


Angin leka membelai gersang

Kemuning berayun canggung

Angin melayang setiap fana

Hendak mengusir mendung


Harum sesaat sempat menempat

Diantara jingga hingga biru

Angin berkata tuk bawakan awan

Hapuskan jejak-jejak harummu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bertukar Senja

Ingin ku tahu bagaimana penampang langit senja di sana. Langit yang sama di sini, tidak terlalu cantik. Di mataku, kilau jingga mereka tertutup atap-atap rumah dan gedung tinggi. Manusia tidak makan kata-kata bukan? Tapi setidaknya kamu bisa melihat melalui kata-kataku. Langit di sini merona seiring sunyi, satu-persatu burung gereja hinggap di pohon, angin semilir dan suara kereta di dekat rumahku tertanda jelas. Dulu sekali kita pernah bertemu di bawah senja juga. Tak begitu buruk, katamu. Yang mana satu? kau setengah puji dan setengah sindir itu. Pertemuan kita, atau langit kala itu? Jika saja aku bisa bertanya demikian. Kapan, suatu saat kita bisa melihat senja di ruang, waktu dan perasaan yang sama?