Langsung ke konten utama

Sastra dan manusia

14/02/2023

Selama manusia berbahasa, selama itu juga sastra diperlukan. Untuk membuat manusia tetap "hidup". -Likisa

Dalam setiap jengkal manusia hidup, tidak lepas darinya penggunaan bahasa. Lantas begitulah bagaimana pentingnya bahasa, dan mengolah rasa. Sebagaiamana dapat dikatakan, itulah yang membedakan kita dari mahkluk hidup lainnya. Lalu sastra akan selalu ada selama ada bahasa. Sastra dalam bahasa Arab disebut (الأدب) Al'Adab yang mempunyai makna kehalusan budi, adab dan sopan santun. Dalam arti selanjutnya adalah peninggalan perkataan dalam bentuk puisi dan prosa. Sastra merupakan terjemahan emosi, pikiran, ide, mimpi dan imajinasi. Sastra berkutat pada menyelami pikiran manusia dan memahami dunia, yang mana merupakan modal untuk melanjutkan peradaban.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi 1

  Dikau Kemuning F.A. Angin leka membelai gersang Kemuning berayun canggung Angin melayang setiap fana Hendak mengusir mendung Harum sesaat sempat menempat Diantara jingga hingga biru Angin berkata tuk bawakan awan Hapuskan jejak-jejak harummu

Bertukar Senja

Ingin ku tahu bagaimana penampang langit senja di sana. Langit yang sama di sini, tidak terlalu cantik. Di mataku, kilau jingga mereka tertutup atap-atap rumah dan gedung tinggi. Manusia tidak makan kata-kata bukan? Tapi setidaknya kamu bisa melihat melalui kata-kataku. Langit di sini merona seiring sunyi, satu-persatu burung gereja hinggap di pohon, angin semilir dan suara kereta di dekat rumahku tertanda jelas. Dulu sekali kita pernah bertemu di bawah senja juga. Tak begitu buruk, katamu. Yang mana satu? kau setengah puji dan setengah sindir itu. Pertemuan kita, atau langit kala itu? Jika saja aku bisa bertanya demikian. Kapan, suatu saat kita bisa melihat senja di ruang, waktu dan perasaan yang sama?