Langsung ke konten utama

Hujan di Bulan Oktober

01/10/2022

Hari ini ada perasaan yang campur aduk. Berbagai emosi mengingatkanku akan banyaknya warna yang saling mewakili sifatnya. Namun, beraneka warna emosi itu ada dalam satu wadah. Jadi teringan ketika masih taman kanak-kanak dulu aku suka bermain-main dengan cat beraneka warna dan ketika semua warna menyatu, warna yang muncul tak seperti bayanganku. Abu-abu. Itu warna yang ku benci dan sekaligus ku suka. Warna itu kini hadir di langit sore ini, seolah-olah mewakili perasaanku. Seolah-olah kehadirannya memang untukku. Kuharap hanya ada satu hujan. Hujan di bulan Oktober.

0:24 ─●──────── -2:56

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi 1

  Dikau Kemuning F.A. Angin leka membelai gersang Kemuning berayun canggung Angin melayang setiap fana Hendak mengusir mendung Harum sesaat sempat menempat Diantara jingga hingga biru Angin berkata tuk bawakan awan Hapuskan jejak-jejak harummu

Bertukar Senja

Ingin ku tahu bagaimana penampang langit senja di sana. Langit yang sama di sini, tidak terlalu cantik. Di mataku, kilau jingga mereka tertutup atap-atap rumah dan gedung tinggi. Manusia tidak makan kata-kata bukan? Tapi setidaknya kamu bisa melihat melalui kata-kataku. Langit di sini merona seiring sunyi, satu-persatu burung gereja hinggap di pohon, angin semilir dan suara kereta di dekat rumahku tertanda jelas. Dulu sekali kita pernah bertemu di bawah senja juga. Tak begitu buruk, katamu. Yang mana satu? kau setengah puji dan setengah sindir itu. Pertemuan kita, atau langit kala itu? Jika saja aku bisa bertanya demikian. Kapan, suatu saat kita bisa melihat senja di ruang, waktu dan perasaan yang sama?