Langsung ke konten utama

Ternyata Nilai Vitamin C Tertinggi Bukan Berada dibuah Jeruk!

Ternyata Nilai Vitamin C Tertinggi Bukan Berada dibuah Jeruk! Masa sih?

Jeruk dikenal sebagai buah yang kaya akan Vitamin C. Dengan rasanya yang asam membuat masyarakat beranggapan bahwa Jeruk mengandung banyak Vitamin C. Tapi apakah benar Jeruk adalah makanan dengan Vitamin C paling tinggi?

Nyatanya kandungan Vitamin C tertinggi ada di buah Jambu biji. Kandungan Vitamin C per 100g Jambu biji adalah 228 mg. Sudah memenuhi kebutuhan Vitamin C dalam tubuh sekitar 254% AKG.

Meski memiliki nama kimia asam askorbat, rasa asam tidak menjadi indikator seberapa banyak kandungan Vitamin C. Jadi anggapan semakin asam maka semakin tinggi Vitamin C adalah salah. 

Lalu bagaimana dengan buah Jeruk? Jeruk sendiri memiliki kandungan vitamin C per 100g sebanyak 53mg, memenuhi 59% AKG. Selain jambu biji masih ada buah serta sayur yang kandungan Vitamin C nya lebih tinggi dari jeruk loh!

(Kandungan per 100g) Ada Stroberi 59mg, Pepaya 61mg, Brokoli 89mg, Kiwi 93mg, Paprika 128mg, daun katuk 200mg, dan daun Singkong 275mg. Kandungan Vitamin C daun Katuk dan daun Singkong juga tinggi, tetapi kenapa Kandungan tertinggi justru ada pada Jambu biji?

Karena Vitamin C rentan akan suhu panas atau dingin.

Daun Singkong/daun katuk perlu dimasak dahulu sebelum dikonsumsi. Proses pemasakan daun Singkong/Katuk selain dapat membuatnya enak dimakan dan dapat menghilangkan zat anti gizi penyebab Bronchiolitis obliterans, proses pemasakan juga dapat mengurangi kandungan Vitamin C nya.

Air mendidih dapat mengurangi 50-60% Vitamin C, Steaming juga mengurangi 9-15% Vitamin C

Maka dari itu kita tidak dianjurkan untuk menghangatkan sayur berulang kali. Jadi, nilai Vitamin C tertinggi ada pada buah Jambu biji dan buah-buah lainnya karena dapat dikonsumsi langsung tanpa di masak.


📌

https://gizipedia.org/

https://id.pinterest.com

https://en.m.wikipedia.org/wiki/Vitamin_C

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Asam_askorbat

https://en.m.wikipedia.org/wiki/Bronchiolitis_obliterans

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi 1

  Dikau Kemuning F.A. Angin leka membelai gersang Kemuning berayun canggung Angin melayang setiap fana Hendak mengusir mendung Harum sesaat sempat menempat Diantara jingga hingga biru Angin berkata tuk bawakan awan Hapuskan jejak-jejak harummu

Bertukar Senja

Ingin ku tahu bagaimana penampang langit senja di sana. Langit yang sama di sini, tidak terlalu cantik. Di mataku, kilau jingga mereka tertutup atap-atap rumah dan gedung tinggi. Manusia tidak makan kata-kata bukan? Tapi setidaknya kamu bisa melihat melalui kata-kataku. Langit di sini merona seiring sunyi, satu-persatu burung gereja hinggap di pohon, angin semilir dan suara kereta di dekat rumahku tertanda jelas. Dulu sekali kita pernah bertemu di bawah senja juga. Tak begitu buruk, katamu. Yang mana satu? kau setengah puji dan setengah sindir itu. Pertemuan kita, atau langit kala itu? Jika saja aku bisa bertanya demikian. Kapan, suatu saat kita bisa melihat senja di ruang, waktu dan perasaan yang sama?